Klinik Sosial

Peduli dan Penuh Kasih

 

Dalam masa-masa sulit seperti sekarang ini keberadaan Poliklinik Sosial cukup membantu.

MASYARAKAT miskin Jakarta dan sekitarnya tak lama lagi akan mendapatkan layanan kesehatan murah dari Yayasan Majelis Al Washiyyah-Majelis Dzikir SBY ‘Nurussalam’. Menurut Koordinator Poliklinik Yayasan Majelis Al Washiyyah-Majelis Dzikir SBY ‘Nurussalam’,  dr  Hj Juni Tjahjati, poliknik sosial ini dibuat sesuai dengan motto Ihtimaam wa rahmah (peduli dan penuh kasih/ love care).

“Kami juga berusaha memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum yang membutuhkan, menerapkan konsep dokter keluarga, mengembangkan konsep tabungan kesehatan dan membentuk subsidi silang guna membantu dan melayani masyarakat miskin,” ujar dr Juni.

Dijelaskan, pada dasarnya hidup ini untuk melayani sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.  Atas dasar itu, lanjutnya, dia dan sejumlah rekannya yang tergabung dalam Majelis Al Washiyyah-Majelis Dzikir SBY ‘Nurussalam’ mencoba  memberikan bantuan dalam bidang kesehatan. “Dalam masa-masa sulit seperti sekarang ini saya kira keberadaan poliklinik cukup membantu,” paparnya.

Dia berharap dengan adanya poliklinik sosial tersebut, bisa membantu orang-orang yang kurang beruntung untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.  “Jika masyarakat sehat maka produktivitas masyarakatnya juga akan bagus dan optimal,” jelasnya. Terlebih terhadap anak-anak dan kaum ibu. Sebab anak-anak adalah tonggak dari masa depan bangsa ini.

Di sisi lain, jika sebagian besar masyarakat Indonesia sehat maka otomatis untuk anggaran pengobatan turun dan bisa dialokasikan ke sektor lain, misalnya pendidikan. Di poliklinik itu juga pihaknya akan memberikan pelayanan dengan penuh kasih sayang.

Sebagian masyarakat menilai bahwa untuk mencapai profesi dokter memerlukan biaya yang mahal. Karena itu, mereka akan berusaha mengembalikan apa yang telah dikeluarkan untuk mendapatkan keahlian tersebut. Namun kata Hj Juni, tak semuanya berprinsip demikian. Banyak dokter yang mau membantu pasiennya tanpa menekan biaya terhadap pasiennya.

“Semuanya kembali kepada hati nurani. Bila kita  mau disayangi maka harus menyayangi. Jika ingin diberi maka harus memberi,” tandasnya.

Dia juga tidak memungkiri bila manusia termasuk dokter memerlukan proses belajar. Dan, proses itu tak hanya bersifat formal. Katakanlah, dia bekerja di klinik A dengan pendapatan tinggi. Sebaliknya di klinik B hanya mendapatkan income sekadarnya. Tapi justru di Klinik B inilah dia mendapatkan banyak pelajaran dan hikmah yang mungkin tak bisa didapatkan jika bekerja di klinik A. “Pelajaran itulah yang bisa membentuk karakter dokter tersebut kedepan,” jelasnya.

Karena itu, pada akhirya memang kembali kepada dokter itu sendiri. Apakah dia bekerja hanya mengejar income semata, atau untuk beribadah dan beramal sholeh untuk tabungan amal di akhirat. (*)

 

Layanan Islami

DENGAN visi menjadi pusat layanan kesehatan yang Islami, profesional, bermutu, dan peduli pada masyarakat khsususnya kaum dhuafa, Poliklinik Sosial Yayasan Al Washiyyah-Majelis Dzikir SBY ‘Nurussalam’ memiliki misi memberi pelayanan dan meningkatkan kesehatan yang bersifat promotif, preventif maupun kuratif pada masyarakat khususnya kaum dhuafa. Memberi pelayanan di bidang emergensi, menjadi sarana dakwah di bidang kesehatan untuk semua golongan masyarakat.

Klinik ini nantinya akan menyediakan pelayanan antara lain, poliklinik umum, pengobatan tradisionalhijamah/bekam, ruqyah, acupuncture, acupreesure, pemeriksaan kandungan, pemeriksaan anak, pelayanan imunisasi, pelayanan KB, konsultasi kesehatan melalui telepon, apotik, laboratorium sederhana, pelayanan bedah minor termasuk sirkumsisi terjadwal, penyuluhan dan pembinaan keluarga.

Kaum dhuafa yang dilayani adalah kelompok atau perorangan yang telah terdaftar dan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dengan jumlah pasien sesuai dengan jumlah pendanaan yang tersedia. Poliklinik beserta lembaga mitra pemberi donor menentukan paket pelayanan yang akan diberikan kepada peserta dan akan melaporkan jumlah peserta yang dilayani dan pembiayaan yang harus dibayarkan oleh lembaga mitra (*)

 

Jadwal Operasional

 

 

JADWAL operasional yakni jadwal buka klinik umum mulai Senin-Jumat antara pukul 17.00-20.00 WIB, operasional efektif (bedah minor) antara 09.00-11.00 WIB, dan pengobatan tradisional pada hari Jumat mulai pukul 14.00-20.00 WIB. Untuk pengobatan tradisional dilakukan dengan konsultasi pada dokter terlebih dahulu, dan berdasarkan diagnose yang ditegakkan oleh dokter, kecuali yang bersifat relaksasi atau kontrol untuk sesi terapi tradisional.

Poliklinik ini memasang tarif dengan empat macam antara lain, tarif berobat Rp 10.000-Rp50.000. (Untuk kaum dhuafa, pengobatan gratis sesuai plafon yang disepakati), tarif tambahan untuk pengobatan tradisional antara Rp 10.00-Ro30.000, tarif tambahan untuk pemeriksaan laboratorium antara Rp5.000-Rp20.000, dan tarif bedah minor antara Rp50.000-Rp500.000.

Bentuk pelayanan terdiri poli umum yang menyelenggarakan kegiatan pengobatan, pemeriksaan anak, pemeriksaan kandungan, imunisasi dan pelayanan KB. Sedangkan untuk konsultasi kesehatan melalui telepon bisa menghubungi nomor (021) 8506941 setiap hari. Selain itu pelayanan apotik dan laboratorium sederhana terpadu, pelayanan bedah minor efektif yang harus dijadwalkan lebih dahulu. Bila perlu, poliklinik akan merujuk pada pusat kesehatan yang lebih paripurna, atau merujuk pada laboratorium yang lebih lengkap. (*)

 

 

PENGELOLA

Lembaga Mitra

Majelis Dzikir SBY ‘Nurussalam’, Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat Indonesia , Ahad Net Int’l, Bank BTN Syariah, Manulife Indonesia , Allianz Syariah, Bringin Life Syariah.

 

Penanggung Jawab

dr Juni Tjahjati

Penasehat

Ustadz Drs H Muhammad Hidayat MBA MH

 

Manajemen

Kepala Poli

dr Hj Juni Thajati

Dokter Poli

dr H Lukman Nurdin

dr H Endi Muhammad Asriwara MA

dr Aries Hamzah

dr RR Budi Soeparpti

dr Syarif Rohomi

dr Wulansari

 

Penata Batra

A Baizuri

Bagian Administrasi dan Bendahara

Fitriah Razak

 

Kebersihan

M Bahri, M Syafii

 

Sebuah Tindakan Nyata

 

MENURUT dr Amir Hamzah dari Direktorat Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan ( PP & PL ),  Departemen Kesehatan, pihaknya sangat mendukung semua kegiatan yang menuju ke arah kemasalahatan umat. “Golongan menengah ke bawah sangat memerlukan pelayanan kesehatan. Adanya poliklinik sosial ini mudah-mudahan bisa membantu mereka,” ungkapnya.

Diakui bahwa harapan itu tidak akan terwujud tanpa kebersamaan. Ini sesuai dengan motto dari Presiden  SBY ‘Bersama Kita Bisa’.  Pelayanan kesehatan tersebut merupakan wujud dari dakwah. Sebab dakwah tidak hanya di masjid, tetapi berupa tindakan nyata yakni membantu masyarakat melalui layanan kesehatan (*)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: