Berita

Ini adalah liputan berita berbagai media massa / website tentang Al Washiyyah Foundation:

Jumat,01 Oktober 2010 pukul 13:42:00

KOMUNITAS –Guna memberikan wawasan dan pemahaman yang mendalam kepada masyarakat Muslim tentang Dinar-Dirham dan ekonomi syariah,Yayasan Majelis Al Washiyyah menggelar Muzakarah atau Workshop tentang Dinar-Dirham dan Ekonomi Syariah. Kegiatan itu diselenggarakan di markas Yayasan Majelis Al Washiyyah,Kebon Nanas Selatan III/18 Cipinang Cimpedak Jakarta Timur  beberapa hari menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Acara itu menghadirkan sejumlah pakar ekonomi syariah,antara lain;KH Mohammad Hidayat,pakar ekonomi syariah yang juga anggota DSN-MUI;Direktur Bank Syariah Mandiri,Hanawijaya;Direktur Wakalah Induk Nusantara,Zaim Saidi;  dan Habib Idrus Hasyim Alatas.

Baca selanjutnya Yayasan Majelis Al-Washiyyah Gelar Muzakarah Dinar-Dirham

Yayasan Majelis Al Washiyyah (YMA) menggelar Kajian al-Qur’an Komprehensif di Jakarta Timur,beberapa waktu lalu. Hadir dalam kajian tersebut Dewan Pendiri sekaligus Dewan Pembina YMA Prof KH Ali Yafie,Habib Hud ibn Bagir Al Attas,dan Presdir Takaful Indonesia Trihadi Deritanto.

Ketua Umum YMA Drs KH Mohamad Hidayat MBA MH mengatakan,selama setahun ini YMA akan mengadakan beberapa program pemberdayaan. Di antaranya,mudzakarah “Kesehatan dan Kecantikan”,try out Ujian Nasional (UN) untuk SMP dan SMA,Pelatihan Pemantapan Imam Masjid &Mushalla Angkatan II,Shalawat &Syiar Dakwah Format Kita bersama Hadad Alwi dan Yusuf Mansur,dan pembentukan Baitul Maal Wat-Tamwil (BMT-YMA).

Baca selanjutnya Al Washiyyah Galakkan Program Pemberdayaan

Senin,02 May 2011

Jakarta (voa-islam) –Belum lama ini,Yayasan Al Washiyyah menggelar Maulid Nabi Muhammad Saw di Jakarta dengan tajuk “Hadirkan Ajaran Nabi di Tengah Duka Ibu Pertiwi”. Hadir sebagai penceramah,KH. Mohamad Hidayat (Ketua Yayasan Al Washiyyah) dan Habib Ahmad Al Habsyi. Juga turut mengundang para ulama,habaib dan majelis taklim kaum ibu.

Dalam ceramahnya,Habib Ahmad Al Habsyi mengingatkan umat Islam akan pentingnya bertasbih dan berdzkir kepada kepada Allah Swt. Karena itu,sering-sering duduklah di tempat yang mulia,tempat yang di dalamnya banyak menyebut nama Allah. “Bukan malah duduk di tempat yang banyak ahli ngerumpinya,” ujar Habib.

Lebih jauh,Habib Ahmad menegaskan,Islam sangat menekankan untuk menghormati kaum perempuan. Bahkan Rasulullah bersabda,Surga itu ada di bawah kaki ibu. Karena itu hormati ibumu,jangan pernah menghardirknya. Sesungguhnya Surga itu sangat merindukan anak yang berbakti kepada ayah ibuya.

Sementara itu,KH. Mohamad Hidayat yang juga pakar ekonomi syariah mengingatkan kepada umat Islam agar meninggalkan praktek ribawi. “Belakangan ini,sering kita mendengar praktek kotor pelaku bank yang melakukan penggelapan uang. Dari Kasus Melinda,pembunuhan nasabah kartu kredit oleh debt collector dan sebagainya. Karena itu,kembalilah pada ekonomi syariah yang lebih bersih dari unsur riba,” tandasnya. Desastian

http://www.voa-islam.com/news/silaturahim/2011/05/02/14462/yayasan-al-washiyyah-tinggalkan-praktek-ribawi

Kajian Al Quran Yayasan Al Washiyyah:Ibroh dari Ngambeknya Nabi Yunus

Kamis,31 Mar 2011

Jakarta (voa-islam) –Dalam Kajian Al Qur’an Komprehensif ke 42 yang diadakan oleh Yayasan Al Washiyyah di Jakarta,kali ini membahas QS. Yunus. Sebagai pembahas dalam pengajian itu,hadir KH. Ali Yafie (mantan Ketua Umum MUI),KH. Moehammad Zain (Ketua Yayasan Al Hanief Moeliza),dan KH. Muhammad Hidayat (Ketua Umum Yayasan Al Washiyyah).

Seperti dikisahkan dalam Al Qur’an,“ngambek”nya Nabi Yunus as terhadap kaumnya adalah potret pendakwah yang frustasi dengan keadaan umatnya yang tidak juga beriman. Kejengkelan Nabi Yunus as terhadap kaumnya yang ingkar,menyebabkan ia meninggalkan kaumnya. Ia berjalan menuju pantai di Yafa (Palestina). Ketika ia berlayar,meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah,Allah menjungkirbalikkan perahu Nabi Yunus,lalu terlempar ke laut,hingga ia ditelan oleh ikan Nun (sejenis ikan Paus).

Selama berada di dalam perut ikan Paus itulah Nabi Yunus banyak bertahlil dan bertasbih serta menyesali sikapnya meninggalkan kaumnya. Laa ilaaha illa anta. Subhaanaka inni kuntum minadzdzalimin (Tiada Tuhan selain Engkau. Maha suci Engkau,sungguh aku tergolong orang-orang yang dzalim/teraniaya). Tahlil dan tasbih itulah yang terucap dari Nabi Yunus dalam keadaan gelap. Lalu Allah pun mengeluarkan Yunus as dari perut ikan yang berukuran besar itu,kemudian kembali pada kaumnya.

Baca selanjutnya Kajian Al Quran Yayasan Al Washiyyah:Ibroh dari Ngambeknya Nabi Yunus

Jamaah Al Washiyyah Siap Terapkan Dinar Dirham

Jakarta Timur,27 Juli 2010
Jamaah Al Washiyyah Siap Terapkan Dinar Dirham

Selain mengelola klinik dan santunan sosial lainnya,Majelis Al Washiyyah,memiliki jamaah taklim cukup besar. Segera terapkan Dinar dan Dirham.

Di kawasan Kebon Nanas,Jakarta Timur,keberadaan Majelis Al Washiyyah sudah sangat dikenal masyarakat. Yayasan yang dipimpin oleh Bpk Drs H. Mohamad Hidayat,MBA,MH,memiliki sejumlah kegiatan rutin bagi masyarakat di sana. Yang paling aktif adalah sebuah klinik sosial,yang menyediakan berbagai jasa layanan kesehatan cuma-cuma,atau berbiaya murah,kepada kaum dhuafa.

Selain itu ada pengajian-pengajian dan kursus-kursus bagi remaja maupun dewasa,termasuk untuk bahasa Arab dan Inggris,selain berbagai ketrampilan. Secara berkala majelis taklim Al Washiyyah juga sangat aktif,di kalangan pria maupun wanita.

Baca selanjutnya Jamaah Al Washiyyah Siap Terapkan Dinar Dirham

Baca selengkapnya di kategori:Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: