Memuliakan Al Qur’an

Irsyaadul Ibaad

Pengajian di Masjid At Taubah,Kebon Nanas, Jakarta Timur, oleh KH Dr Mohamad Hidayat MBA tanggal 10 Mei 2015 membahas Kitab Irsyaadul Ibaad.
Di antaranya membahas tentang Adab terhadap Al Qur’an.
Kita harus memuliakan Al Qur’an sebab yang menurunkan Al Qur’an itu adalah Allah. Al Qur’an adalah wahyu Allah. Tidak bisa kita merobek-robek Al Qur’an dengan alasan yang dirobek cuma kertas. Lihat siapa yang menurunkan Al Qur’an tsb.

Ustad Hidayat memberi perumpamaan. Bagaimana jika kita mendapat surat dari presiden misalnya, lalu kita robek2 surat tersebut padahal presiden itu melihatnya? Tidakkah presiden itu akan tersinggung? Bisakah kita berdalih itu cuma kertas?

Atau buat yang pacaran mendapat surat dari pacarnya. Kemudian dia robek2 surat pacarnya tsb dgn dalih yang dirobek cuma kertas. Apakah pacarnya tidak akan marah?

Nabi sendiri saat suratnya ke Raja Persia dirobek2 oleh Kisra Persia amat marah sehingga melaknat bahwa Kerajaan Persia akan robek juga sebagaimana suratnya, maka beberapa tahun kemudian Kerajaan Persia pun hancur.

Jadi andai Al Qur’an kita sudah tua dan lusuh dan sudah tidak terbaca lagi, adabnya adalah dibakar kemudian dikubur.

Kemudian letakkan Al Qur’an di atas kaki kita. Jangan di bawah kaki kita. Ini firman Allah. Karena itulah para ulama memakai leker untuk menaruh Al Qur’an agar posisinya tetap di atas kaki.

Tidak bisa kita membaca Al Qur’an sambil tiduran. Apalagi kaki ditekuk kemudian kaki lain diletakkan di atasnya sehingga lebih tinggi daripada Al Qur’an. Ini tidak berkah. Andai hafal pun cuma di kerongkongan saja sebagaimana Khawarij Abdurrahman bin Muljam. Tidak paham.

Ulama dulu bahkan usai membaca Al Qur’an, kemudian mencium dan menyentuhkan Al Qur’an ke atas kepalanya. Ini karena hormatnya pada Al Qur’an.

Seorang Ulama yang bernama Abu Bakar bahkan tidak mau tidur jika di ruangan tsb terdapat Al Qur’an. Dia cari ruangan lain yang tidak ada Al Qur’an. Ini karena menghormati Al Qur’an.

Kemudian tentang keutamaan surat Al Fatihah yang belum pernah diturunkan pada Al Qur’an dan kitab2 sebelumnya seperti di Zabur, Injil, dsb surat seperti Al Fatihah yang nilainya 2/3 dari Al Qur’an. Al Fatihah disebut juga sebagai Ummul Kitab. Induk Al Qur’an. Al Fatihah disebut juga sebagai As Sab’al Matsaani karena terdiri dari 7 ayat yang selalu diulang-ulang setiap hari di setiap sholat kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: