Mencetak Hafidz, Menjaga Kemurnian Al Qur’an

Pengajian TBI

Para santri yang sampai saat ini sudah mencapai 150 orang akan mendapat pengajaran dari guru pembimbing yang berkualitas lulusan pesantren

HASIL survei Dewan Masjid Indonesia (DMI), dari 80% populasi umat Islam di Jakarta, mereka yang mengenal huruf hijaiyah itu hanya 70% saja.

Sedangkan yang bisa membaca atau mengenal huruf hijaiyah itu hanya 65 % . Begitu juga yang membaca Al-Qur’an dengan tajwid hanya separuhnya.

Al-Qur’an sebaiknya menjadi bacaan pertama umat Islam, sesuai makna dari kata Al-Qur’an yang berarti bacaan.

Namun, sangat disayangkan, pengenalan Al-Qur’an sejak dini kurang mendapat perhatian para orang tua, seperti yang kebanyakan dilakukan orang tua kepada anak yang pertama kali diperkenakan adalah huruf abjad, bukan huruf Al-Qur’an.

Sementara orang tua untuk mendorong anaknya pada pemahaman Al Qur’an tidak begitu besar, institusi pendidikan seperti sekolah, yang diajari hanyalah materi pengajaran agama, bukan pendidikan agama. Sehingga agama hanya sekedar hafalan, teori, dan soal jawab semata.

“Seharusnya pendidikan agama di sekolah itu mengajarkan nilai-nilai kejiwaan dan penanaman akidah yang kuat, khususnya pada anak,” ujar Ketua II Yayasan Majelis Al Washiyyah, Ustadz Rosid Sarmada usai syukuran penggunaan Rumah Taman Bina Ilmu Al Washiyyah, Jumat (7/6/2013).

Menurutnya, Taman Bina Ilmu Al Washiyyah yang telah berjalan selama 1 tahun telah banyak mencetak Generasi Muda Penghafal Al Qur’an

“Lembaga penghapal Al-Qur’an kami berkomitmen menjaga kemurnian Al-Qur’an melalui ikhtiar mencetak kader-kader penghapal Al Qur’an dalam rangka mewujudkan generasi Al-Qur’an sejak dini,” jelasnya.

Taman Bina Ilmu ini, kata Ustadz Rosid, merupakan unit pengabdian dari Yayasan Majelis Al-Washiyyah. Didirikan pada bulan Juli 2011,memiliki visi untuk mencetak penghapal Al-Qur’an 30 juz dan mendidik umat agar memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.

Para santri yang sampai saat ini sudah mencapai 150 orang akan mendapat pengajaran dari guru pembimbing yang berkualitas lulusan pesantren.

“Program dan jenjang yang diajarkan adalah Ta’limul Qiro’ah, Tahsin, dan Tahfidz. Adapun kurikulumnya meliputi: Metode Iqra, Panduan Daurah Al Qur’an, dan Kiat Suskes Menjadi Hafizh Al-Qur’an,” terangnya.

Sedangkan pelaksanaanya dilakukan setiap Selasa dan Kamis. Untuk kelas pagi dimulai sejak pukul 08.00-09.30 wib. Sedangkan untuk kelas sore dimulai pukul 16.00-18.00 wib. Kelas pagi dan sore akan digabung pada hari Ahad, pukul 16.00-18.00 wib.

Target yang diharapkan dari program Taman Bina Ilmu ini adalah: Pertama, agar santri memiliki wawasan yang baik dan benar, serta memahami makna menghafal Al-Qur’an secara komprehensif.

Kedua, santri dan alumni santri memiliki sikap semangat pantang menyerah, amanah, percaya diri, disiplin, dan konsisten dalam menghafal Al-Qur’an.

Ketiga, santri dan alumni santri menjadi suri teladan sebagai seorang hafidz dengan budi pekerti yang Qur’ani. Keempat, alumni santri selalu kompeten dalam menghapal 30 juz, sehingga dapat bermanfaat bagi lingkungannya.

“Untuk saat ini kami membatasi santri yang ingin mengikuti program hafidz Al Qur’an ini karena setiap kelas hanya untuk 20 orang, Padahal yang mendaftar mencapi 100 orang, Alhamdulillah Insya Allah, kami akan membuka gelombang berikutnya,” tuturnya.

Dengan banyaknya penghapal Al Qur’an ini, tambahnya, diharapkan dapat menjaga orisinalitas Al-Qur’an dari upaya pihak-pihak yang ingin mengacak-acak Al Qur’an. Mengingat, Al-Qur’an adalah benteng pertahanan terakhir umat Islam.

http://dunia-islam.pelitaonline.com/news/2013/06/08/mencetak-hafidz-menjaga-kemurnian-al-quran#.UbPU4b36KEY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: