H Abdul Razak, Sosok Ulama Peduli Kaum Dhuafa

Program-program yang dibuat almarhum adalah mencanangkan program bantuan beasiswa kepada anak sekolah tidak mampu untuk masyarakat sekitar Kebon Nanas.

PERINGATAN 40 hari wafatnya H Abdul Razak bin Guru KH Muhammad Ku`in, pendiri Yayasan Majelis Al Washiyyah di Masjid At Taubah, Jl Kebon Nanas Selatan 3 Jakarta TImur, terlihat penuh khidmat. Dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin dan KH Quraish Shihab serta para ulama.

Dalam ceramahnya, KH Quraish Shihab mengajak umat Islam untuk intropeksi. Barang siapa yang menginstropeksi dirinya, maka dia telah beruntung dan barang siapa yang lalai akan dirinya dia telah merugi.

Lebih lanjut ia menekankan, barang siapa yang takut akan siksa Allah maka dia akan aman dari siksanya. Barang siapa yang mau mengambil pelajaran, maka dia akan terbuka pandanganya. Barangsiapa yang telah terbuka pandanganya, maka dia akan memahami. Dan barang siapa yang telah memahami, maka dia akan mengetahui.

“Ingatlah kalian akan berakhir segala kesenangan dan yang tersisa adalah pertangung jawaban,” ujarnya.

Amal-amal hamba terjadi dalam dunia ini, kata Quraish Shihab, seimbang dengan perhitungan kelak di akhirat. Karena pada dasarnya manusia mati hnya meninggalkan 3 hal yaitu, Ilmu yang bermanfaat, Anak sholeh, Amal ibadahnya.

Sementara, KH Mohamad Hidayat menuturkan, ayahanda Razak adalah sosok seorang ayah yang sangat baik dan benar-benar bisa menjadi panutan bagi anak-anaknya.

Selama hidupnya, almarhum tidak pernah sekalipun marah karena ia sangat bijaksana dan menyenangkan.

“Walaupun ada yang tidak suka dari sikap atau perbuatan anak-anaknya, beliau hanya diam, dan anak-anak faham atas sikap almarhum. Kalau diam berarti ada yang tidak disukai dari anak-anak tersebut,” ujar KH Mohamad Hidayat, anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) Pusat ini.

Menurutnya, program-program yang dibuat almarhum adalah mencanangkan program bantuan beasiswa kepada anak sekolah tidak mampu untuk masyarakat sekitar Kebon Nanas.

Pencanangan program tersebut dimasukkan ke dalam ”Program Santunan Dhuafa Ramadlan”, yang menjadi program rutin tahunan Yayasan yang didirikannya.

“Bantuan yang didapat adalah dari para donator-donatur dan melibatkan partisipasi pihak eksternal,” ungkap Ketua Umum Yayasan Majelis Al Washiyyah.

Bantuan yang diberikan adalah dengan mengedepankan orang yang membutuhkan perhatian seperti orang berusia lanjut dan jompo juga faqir miskin.

Bantuan terbatas itu diantaranya berbentuk uang tunai, komoditi kebutuhan pokok ataupun berbentuk makanan.

“Pada intinya kami ingin meneruskan cita-cita dan keinginan beliau (almarhum) untuk mensejahterakan umat seperti yang dicontohkan Rasul baginda kita Nabi Muhammad SAW,” imbuhnya.

http://dunia-islam.pelitaonline.com/news/2013/02/03/kh-abdul-razak-sosok-ulama-peduli-kaum-dhuafa#.UQ2x_0f6KEY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: