Menggapai Lailatul Qadar Bersama Seribu Dhuafa

Dengan menghapal Al Qur’an merupakan nikmat Islam. Oleh karena itu, ia berharap anak-anak tetap menjaga nikmat Islam hingga dewasa

Mensekab Dipo Alam (kanan) menyalami santri, didampingi Ketum YMA KH Mohamad Hidayat dan Anggota Dewan Penasehat YMA, H. Achmad Herry Herfandy

Mensekab Dipo Alam (kanan) menyalami santri, didampingi Ketum YMA KH Mohamad Hidayat dan Anggota Dewan Penasehat YMA, H. Achmad Herry Herfandy

YAYASAN Majelis Al-Washiyyah (YMA) Jakarta kembali menggelar santunan kepada 1000 keluarga dhuafa, Jumat (2/08/2013) siang, dihadiri Menteri Sekretaris Kabinet, Dipo Alam.

Dalam sambutannya Dipo Alam mengatakan, kita bersyukur hidup di Indonesia karena bisa hidup tenang, damai dan saling membantu.

“Sementara di luar negeri, anak-anak ketakutan karena perang, sedangkan di Indonesia membawa keamanan dan sejahtera bagi bangsa,” ujar Pembina YMA ini.

Dipo juga memberi apresiasi terhadap santri-santri Bina Ilmu Al Washiyyah. Dengan menghapal Al Qur’an merupakan nikmat Islam. Oleh karena itu, ia berharap anak-anak tetap menjaga nikmat Islam hingga dewasa.

“Maka anak wajib bersekolah, patuh kepada orang tua. Semoga ada yang sukses. Jika sukses jangan lupa saling bantu saudara-saudaranya,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Penasehat YMA, H. Achmad Herry Herfandy menjelaskan, tujuan berbagai kepada kaum dhuafa untuk meringankan beban kaum dhuafa untuk meringankan beban mereka terutama di bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri ini.

“Selain itu, menjadi sarana untuk para donatur, para muzaki untuk bisa menyalurkan zakat, infaq dan shodaqohnya agar tepat sasaran,” katanya.

YMA mencoba untuk membangkitkan rasa keberpihakan mereka kepada orang-orang yang lemah, dengan mencoba menekan kemiskinan di kota-kota besar.

Menurut Herry, program ini sebetulnya sudah berjalan sejak tahun 2011, hanya awalnya tidak besar-besaran seperti sekarang ini. “Kemudian tahun 2013 setelah yayasan sudah diresmikan menjadi badan hukum, kita organisir lagi dengan mengambil tema gerakan peduli 1000 dhuafa,” terangnya.

Alhamdulillah sejak 2011 terus meningkat 173 persen dhuafa yang dihimpun dan di distribusikan. Di tahun ini saja ada 1150 dhuafa yang di distribusikan.

Harapan kedepan program ini bisa meningkat terutama memberikan manfaat kepada para dhuafa, dengan memberikan mereka kesadaran supaya mereka tidak hanya menerima tapi juga mereka berusaha menjadi orang yang memberi.

“Jadi tidak terus-terusan bergantung kepada yayasan atau orang lain,” pungkasnya.

Herry menambahkan, YMA memberikan sembako karne menjelang lebaran ini harga sembako meningkat. Jika memberikan uang khawatir tidak dibelikan sembako tetapi membeli baju.

Maka pemberian sembako ini tepat sasaran untuk menunjang kebutuhan pokok mereka, sehingga mereka bisa gunakan untuk lebaran nanti. POL

http://dunia-islam.pelitaonline.com/news/2013/08/03/menggapai-lailatul-qadar-bersama-seribu-dhuafa#.UfxMVr36KEY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: