Dengan Gigi Yang Sehat, Prestasi Meningkat

Pelajar harus merasa berhutang budi terhadap guru yang telah memandunya ke arah kebenaran

Penyuluhan & Pemeriksaan Gigi

MENUNTUT ilmu itu sangat penting sekali, karena itu membawa kita menuju surga. Dalam menuntut ilmu pun tidak boleh malas harus dilakukan sungguh-sungguh. Selain itu, dalam menuntut ilmu juga ada adabnya yang harus dipatuhi. “ Pertama belajarlah dengan ikhlas karena Allah,” ujar Pramesti Pramono, MPsi, MM. konselor anak dan remaja pada acara Penyuluahn dan pemeriksaan gigi Santri Tahfidz Al Quran Al Washiyyah di gedung YMA, Jalan Kebon Nanas Selatan III, Jakarta Timur, Minggu (30/6/2013). Acara yang mengambil tema “Mental Taat, Gigi Sehat, Prestasi Hebat”, diadakan Yayasan Majelis Al Washiyyah bekerjasama dengan alumni fakultas kedoteran universitas trisakti dan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (Sikib), Menurutnya, nilai ikhlas ini bertujuan untuk membersihkan jiwa seseorang yang bersifat ria dan takabur sesama manusia. Hakikatnya, manusia yang berilmu memiliki jiwa yang bersih dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah. Dalam era globalisasi ini, kata Pramesti, ilmu yang dikategorikan sebagai fardhu kifayah sangat penting bagi masyarakat Islam kerana ia dianggap sebagai satu kemaslahatan ( keperluan ) yang perlu dikuasai oleh umat Islam. “Sekiranya manusia mengabaikan bidang disiplin ilmu ini menyebabkan umat Islam ketinggalan dalam zaman yang serba canggih,” terangnya. Selain itu, lanjutnya, dalam menuntut ilmu juga harus tekun. Artinya menuntut ilmu tidak hanya di sekolah saja. Bisa juga belajar di taman bacaan, perpustaan, dan belajar dari guru. “Belajarlah dengan sifat-sifat akhlakul karimah. Sifat-sifat terpuji. Sebagaimana sifat-sifat Rasulullah yang bisa dijadikan contoh, yakni Shiddiq, Amanah, Tabligh, Fatonah,” terang Pramesti. Dalam menuntut ilmu juga tidak boleh bersikap angkuh dan congkak terhadap guru. Para pelajar juga dituntut bersifat rendah hati, baik sangka dan setia kepada guru. “Pelajar tidak boleh sombong dengan guru karena tidak bisa membawa manfaat. Sikap ini juga menunjukkan kebodohan dan kedangkalan yang ada dalam diri seorang pelajar. Sebaliknya, pelajar harus merasa berhutang budi terhadap guru yang telah memandunya ke arah kebenaran,” imbuhnya. Pramesti mensitir hadits Rasulullah yang berbunyi, “Apabila seorang anak Adam meninggal maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu Sedekah Jariyah, Ilmu yang bermanfaat, Anak soleh yang mendoakannya.” (HR Muslim). Ia menambahkan, Ilmu semakin diamalkan semakin pintar. ilmu yang membuahkan amalan, itulah ilmu yang bermanfaat. Amal adalah buah dari ilmu. Ilmu itu dicari demi mencapai sesuatu yang lain. Sementara itu Hj Connie Utari, Wakil Ketua Yayasan Majelis Al Washiyyah menjelaskan, tujuan acara ini ngin membentuk generasi yang sehat. Dimulai dari hal kecil, misalnya dari pemeriksaan gigi. “Kerana segala sesuatunya gigi yang sehat dibantu dengan iman dan takwa biar mereka taat. Dengan gigi sehat, Insya Allah prestasi mereka bisa meningkat,” kata Connie. Menurutnya, untuk membentuk generasi yang sehat itu tidak mudah. Melalui penyuluhan kesehatan, ingin mengajak umat bahwa sehat itu penting. Karena kalau tidak sehat kita tidak bisa berbuat apa-apa. “Sehat tu adalah modal utama untuk menjalani aktivitas dalam kehidupan,” teranganya.

http://dunia-islam.pelitaonline.com/news/2013/06/30/dengan-gigi-yang-sehat-prestasi-meningkat#.UdA1t736KEY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: