Dosa Syirik Akankah Diampuni?

Ass Wr Wb

Pak Kiai, menurut Al Quran Allah SWT mengampuni semua dosa kecuali dosa syirik. Bagaimana jika orang yang musyrik itu bertobat sebelum wafatnya, apakah Allah SWT mengampuninya?

Wawan K, Kebun Jeruk Jakarta

Wass Wr Wb

Sebagaimana kita ketahui, mempersekutukan Allah SWT dengan sesuatu yang lain adalah puncak kesesatan yang sangat dibenci. Dalam QS An Nisa’ (4:48), Allah menyatakan,”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan-Nya dan mengampuni dosa dari itu bagi yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”

Dengan memperhatikan kedua ayat tersebut, sementara ulama memahami bahwa ayat An Nisa’ di atas menginformasikan bahwa dosa syirik tidak diampuni Allah bila dosa tersebut dibawa mati oleh yang bersangkutan.

Adapun dosa-dosa lain yang dibawa mati, maka terbuka kemungkinan untuk diampuni bila dikehendaki oleh-Nya dan atas pertimbangan dan kebijaksanaan-Nya.

Sedangkan ayat Az Zumar di atas membuka pintu tobat seluas-luasnya bagi setiap orang yang berdosa. Sehingga dosa apa pun termasuk dosa syirik dapat diampuni Allah, bila yang bersangkutan benar-benar bertobat dalam masa hidupnya.

Dengan penafsiran demikian, kedua ayat tersebut tidak bertentangan karena yang pertama berbicara tentang orang-orang musyrik yang meninggal dengan membawa dosa syirik, sedangkan yang kedua berbicara tentang pintu pengampunan Ilahi yang terbuka lebar bagi semua hamba-Nya yang hidup dan ingin bertaubat dari dosa apa pun.

Ada juga ulama yang berpendapat, makna ayat An Nisa’ yang menafikan pengampunan Allah terhadap yang mempersekutukan-Nya dan pengampunan bagi selain syirik, adalah bahwa dosa syirik tidak akan diampuni Allah tanpa tobat dari yang bersangkutan.

Sedangkan dosa selainnya dapat diampuni-Nya walaupun tanpa tobat, misalnya bila yang bersangkutan melakukan amal-amal saleh tertentu.

Dalam konteks ini, Nabi SAW pernah berpesan,” Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada, dan lakukanlah kebajikan setelah melakukan dosa, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya, dan berkahkanlah terhadap manusia dengan akhlak yang baik.” (HR At Tarmidzi, melalui Abu Dzarr dan Mu’adz bin Jabal)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: