Berhias Saat Menstruasi

Pertanyaan :
Asslm. ww. Benarkah di saat masa menstruasi wanita (istri) tidak boleh berhias dan bercumbu dengan suami ? Terima kasih.

Aminatuz Zuhriah, Jakarta 


Jawaban :
Berhias mempercantik penampilan dan bermesraan dengan suami adalah hak setiap wanita (istri). Bahkan agama menganjurkannya. Karena dapat menumbuhkan rasa cinta dan sayang (mawaddah wa rahmah) di dalam interaksi rumah tangga. Wanita (istri) berpenampilan rapih, cantik, bersih dan suci sangat disukai siapapun. Termasuk dalam kondisi menstruasi sekalipun, habit ini sepatutnya tetap berlangsung. “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang senantiasa menyucikan diri” (QS al Baqarah 2 : 222 ).

Kebiasaan malas dan kotor dalam situasi menstruasi sangat tidak menguntungkan bahkan dibenci agama. Sebagaimana suatu hadis nabi SAW yang berisikan kecaman pada kebiasaan wanita yahudi jahiliyyah pd masa lalu yang sengaja mengotori diri saat menstruasi.

Penampilan menarik merupakan salah satu daya tarik yang akhirnya membangun kehangatan rumah tangga pasutri. Karena kehangatan cinta menjadi idaman setiap insan. Ada hadis yang menyatakan : “Apabila suami memandang wajah istri dengan kasih sayang dan begitu sebaliknya maka Allah akan memandang mereka berdua dengan pandangan kasihNYA, dan jika mereka saling berpegangan tangan maka akan keluarlah dosa keduanya dari sela-sela jemari mereka berdua”. Indah sekali.

Membangun rumah tangga dengan kemesraan, belaian, cumbuan dan hubungan intim di samping merupakan kebutuhan primer biologis, juga menjadi rutinitas pasutri ideal. Al Quran bahkan secara eksplisit mempersilakan pasutri menjalaninya dengan simultan, “ Mereka (para istri) adalah pakaian bagimu dan kalian (para suami) adalah pakaian bagi mereka “.

Di ayat lain difirmankan “ istri-istrimu adalah ladang bercocok tanam bagimu, maka datangilah (pergauilah) ladang cocok tanam-mu itu kapan saja kamu kehendaki” (QS al Baqarah 2 : 223 ). Hubungan intim juga dinilai sebagai ibadah wajib, manakala salah satu pihak dari pasutri meminta atau membutuhkannya.

Pada prinsipnya, dalam kondisi wanita (istri) menstruasi, kemesraan pasutri tetap harus dibangun, namun tidak dalam bentuk hubungan intim (jima’). Hubungan intim ini dipending sementara pada fase itu karena terkait dengan proteksi kesehatan dan kebersihan, yang juga menjadi pilar ajaran agama.

Pada saat menstruasi, wanita (istri) tengah mengeluarkan cairan kotor, dan secara psikis berada dalam peta kejiwaan yang labil. Al Quran menyatakan “Mereka bertanya kpdmu tentang Haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri (berhubungan intim dengan) wanita di waktu haidh … (QS al Baqarah 2:222).

Ada banyak variasi, metode dan cara bercumbu yang bisa dilakukan pasutri selain berhubungan intim. Banyak cara yang dapat dipilih untuk memuaskan hubungan di saat menstruasi. Lakukan dengan tenang, penuh kehangatan dan benar. Teruslah menjadi wanita (istri) berpenampilan cantik, teruskan membangun kemesraan dalam rumah tangga anda. Semoga tetap bahagia, Amiin …

KH Mohamad Hidayat

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: