Syahrul Gunawan Berguru Pada Kiai Muda

Semakin ingat bahwa kita haus akan ilmu. Mengajarkan saya untuk tetap istiqomah

KEBAIKAN-kebaikan itu bisa di dapat bila berada dekat orang-orang yang saleh. Keburukan itu selalu ada disekitar orang yang tak berbibadah. Syahrul Gunawan, artis dan penyanyi kondang ditengah kesibukannya menyempatkan diri untuk memperdalam agama.

“Semakin ingat bahwa kita haus akan ilmu. Mengajarkan saya untuk tetap istiqomah. Karena kadang saya merasa paling hebat ketika berada di sekitar orang-orang yang tidak baik,” ujar Syahrul Gunawan, artis dan penyanyi kondang kepada PelitaOnline di acara Kajian Tafsir & Atlas Al Quran Yayasan Majelis Al Washiyyah, Sabtu (22/09/2012).

Selama acara berlangsung Syahrul begitu serius menyimak kajian tausiyah yang disampaikan KH. Mohamad Hidayat, KH. Ali Yafie dan KH Mohamad Zain tentang ringkasan tafsir Surat 18 Al Kahfi ayat 107-110.

Syahrul yang akan menunaikan haji pada 10 Oktober 2012 nanti mengaku merasa nyaman mengikuti pengajian tersebut karena selain menambah ilmu juga membuat hatinya semakin dekat kepada Sang Pencipta.

“Di yayasan ini saya bisa belajar Al Quran dengan baik. Selain itu bisa juga sharing dalam hal apa saja, baik masalah ubudiyah maupun amaliyah. Ketika belajar disini selalu saja ada yang didapat,” ujar Syahrul yang mengaku sebagai muridnya Kiai Hidayat, anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, dan Ketum Yayasan Majelis Al Washiyyah.

Menurut Syahrul, dirinya merasa nyaman belajar dengan Kiai muda ini karena dalam hal membimbing dirinya dijadikan teman atau adik, sehingga membuat dirinya jadi nyaman.

“Makanya saya usahakan datang sesibuk apapun bila diundang beliau,” tutur Syahrul yang sekarang sibuk dengan travel Afitour yang mengurusi masalah Haji dan Umroh.

Syahrul pun sekarang sibuk suting layar lebar judulnya Gending Sriwijaya mengenai sejarah kerajaan Sriwijaya pada abad ke 16. Sebuah cerita fiktif pada peristiwa dulu mengisahkan tentang kedapuan. Kerajaan Sriwijaya terdiri dari beberapa kedapuan.

“Salah satunya kedapuan di bukit Jerai, dan saya ceritanya menjadi tokoh bernama Purnama Kelana adik dari Awang kencana yang diperankan oleh Agus Kuncoro seorang anak dari raja,” terang Syahrul.

Awang Kencana ini, kata Syahrul, punya ambisi untuk menjadi raja. Sementara bapaknya mempercayakan kepada adiknya karena lebih benar, namun difitnah telah membunuh bapaknya. “Karena bapaknya sebenarnya dibunuh oleh Awang Kencana,” jelasnya.

Intrik yang ada di cerita itu sebenarnya bagaimana menarik secara komersihl. Tetapi inti sebenarnya bagaimana kita bias menghargai sejarah.

“Ini luar biasa, film kolosal yang bagus sekali. Mulai dari tekniknya, kostum, dan para pemainnya,” tutur Syahrul. Menurutnya suting di layar lebar ini menjadi debutnya karena sudah belasan tahun main disinetron tv. (MH)

http://hiburan.pelitaonline.com/news/2012/09/22/syahrul-gunawan-berguru-pada-kiai-muda#.UHRW4eX6KKG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: