KH Mohamad Hidayat: Kemenag Kurang Pro Bank Syariah

Tidak sedikit bank syariah yang hampir kolaps. Sebagiannya terpaksa memotong/mengurangi target pembiayaannya kepada masyarakat dan sebagiannya lagi tengah mengalami likuiditas yang parah

PERBANKAN Syariah tahun ini mengalami masa kelam di tanah air. Pasalnya, sebagian besar bank syariah yang baru tumbuh tersebut, mengalami penurunan jumlah dana masyarakat (funding) yang sangat tajam akibat penarikan dana BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) oleh Kementerian Agama RI (Kemenag) dari bank-bank Syariah dan dipindahkan ke instrumen sukuk dan bank konvensional.

“Tidak sedikit bank syariah yang hampir kolaps. Sebagiannya terpaksa memotong/mengurangi target pembiayaannya kepada masyarakat dan sebagiannya lagi tengah mengalami likuiditas yang parah,” ujar anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) Pusat, KH Mohamad Hidayat kepada PelitaOnline di Jakarta, Selasa (9/10/2012)

Alasaan Kemenag menarik dana BPIH dan menempatkannya pada bank konvensional, kata Kiai Hidayat, berlandaskan pada diktum pasal 22 ayat 1 UU no 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan ibadah haji, yaitu BPIH disetor ke rekening Menteri melalui Bank Syariah dan/atau bank umum konvensional yang ditunjuk oleh Menteri.

“Jika benar diktum ini yang menjadi alasan hukum dikeluarkannya kebijakan tersebut, maka sungguh Menteri Agama RI telah melakukan pelanggaran UU kebijakan tersebut salah dan keliru. Karena bila kita memperhatikan penjelasan pasal tersebut, maka penempatan BPIH harus tetap melalui bank syariah sebagaimana terdapat dalam penjelasan UU no 13 tahun 2008 tentang penyelengaraan Ibadah Haji tersebut,” tandas Kiai Hidayat.

Penempatan BPIH ke bank konvensional, menurutnya, adalah kebijakan yang tidak pro pada kebangkitan ekonomi Islam yang tengah diperjuangkan oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Sehingga setiap kebijakan yang memperlemah sistem dan mengurangi kekuatan pasar ekonomi Islam pada hakikatnya bertentangan dengan visi dan misi Islam itu sendiri.

Untuk itu, ia merekomendasikan untuk memperkuat bank syariah, Menteri Agama RI harus segera mengembalikan dana BPIH ke bank syariah, yang sebelumnya ditarik dan ditempatkan di bank konvensional.

Selain itu, kekuatan aset bank syariah harus diperkuat agar dapat menggerakkan sektor riil yang lebih luas, halal dan menguntungkan di tengah-tengah masyarakat.(MH)

http://dunia-islam.pelitaonline.com/news/2012/10/09/kh-mohamad-hidayat-kemenag-kurang-pro-bank-syariah#.UHRQouX6KKE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: