Hijrah Menuju Perubahan

Yayasan Majelis Al Washiyyah dan Yayasan Amanah mengadakan Kajian Al Quran Komprehensif membahas surat An Nahl ayat 41-44 tentang Hijrah Menuju Perubahan, dengan pembicara KH. Ali Yafie, KH Mohamad Hidayat dan KH. Moehammad Zeindi di Gedung Al Washiyyah, Kebon Nanas, Jakarta Timur
Membahas penegakan hukum terkait dengan ayat 44 surat An Nahl, “Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka, dan supaya mereka memikirkan.” KH Ali yafie menjelaskan, penegakan hukum itu ada 3 sumber. Jika hukum di Indonesia sekarang ini, sumber utamanya adalah undang-undang kolonial Belanda. Sumber kedua adalah hukum adat dan sumber ketiga hukum Islam. “Tetapi yang paling dominan saat ini adalah hukum yang bersumber dari warisan Belanda,” jelas penasehat Yayasan Majelis Al Washiyyah.
Ia memaparkan, ayat ke empat ini menggambarkan sumber hukum. Sumber pertama adz dzikra, mengabdi pada Al Quran, yang merupakan salah satu sumber utama dalam hukum syariah. Kedua Al Hadits, otoritas yang diberikan kepada nabi untuk menjelaskan Al Quran. Ketiga Ijtihad, sumber dari pemikiran ulama. “Dengan ijtihad maka berkembanglah penerapan hukum Islam dari waktu ke waktu sehingga berkembang hukum Islam,” tuturnya.
Dalam dunia perbankan, misalnya, menerapkan hukum Islam sehingga terbentuklah bank-bank syariah. Uniknya, nama bank syariah hanya di Indonesia. Di negara lain tidak ada bank syariah, yang ada bank Islam. “Yang lebih unik lagi di Iran, bukan bank syariah atau bank Islam tetapi bank agama,” ungkapnya.
KH. Mohamad Hidayat menambahkan, syariat diturunkan secara bertahan. Tidak ada syariat Allah yang diturunkan tanpa tahapan-tahapan sehingga manusia menjadi sempurna. Apakah di Indonesia itu terdiri dari hukum kolonial, hukum adat dan hukum Islam yang sekarang sudah mulai masuk. Hal ini masih di tolerir, jika hukum yang dibuat oleh pendiri bangsa, maka itu sebuah hukum yang harus kita taati. Hukum adat jika tidak melanggar syariah bisa di toleransi. Namun kewajiban kita melaksanakan syariah secara penuh tidak bisa kita hindari.
Menurutnya, sekali waktu orang beriman itu harus berhijrah, bila seandainya nilai-nilai kehidupannya sulit untuk menunaikan keimanannya kepada Allah SWT. “ Seperti sekarang ini, dimana sistem hukum, politik, ekonomi yang memang tidak kondusif dengan nilai-nilai moral dan akhlakul karimah,” ujar ketua umum Yayasan Majelis Al Washiyyah ini.
Spirit yang dibaca Surat An Nahl ayat 41-44 ini, kata Kiai Hidayat, agar masyarakat berubah meninggalkan yang buruk menuju amal-amal yang baik diawali dengan hijrah. Salah satu tempat berhijrah biasanya jika di zholimi.
Ia menjelaskan, salah satu fadilah hijrah itu, niscaya Allah akan memberikan tempat bagi mereka, di dunia yang lebih baik (Madinah). Pelajaran tentang sabar dan tawakal, karena untuk berubah menjadi lebih baik dibutuhkan energi yang lebih, kesabaran yang lebih. “Tidak bisa mengandalkan kesabaran dan tawakal yang standar,” tuturnya.
Kemudian sabar terhadap maksiat, yaitu menjaga godaan dari maksiat. Lalu sabar dalam taat, tetap beribadah dalam kondisi apapun. Selanjutnya sabar dalam taat, menahan dari bila berkecukupan. Terakhir sabar atas musibah, sebagaimana memiliki ketahanan dalam jiwa. “Untuk memulai perubahan dalam berhijrah diikuti dengan sabar dan tawakal tetapi tetap menggunakan akal yang jernih,” pungkasnya.
Lebih lanjut KH. Moehammad Zein, pimpinan Yayasan Hanief Moeliz menerangkan, bahwa Rasulullah SAW membagi hijrah ummat beliau menjadi dua golongan, yakni golongan yang hijrah karena Allah dan RasulNya, dan golongan hijrah hanya karena urusan dunia atau karena wanita yang akan dinikahinya.
Islam juga mengajarkan sabar itu ada 3 macam, yaitu sabar di dalam menghadapi musibah (cobaan) dengan lapang dada (tabah), sabar di dalam sikap taat kepada perintah Allah SWT (ikhlas), sabar di dalam menahan diri untuk tidak melanggar larangan Allah SWT. “Sedangkan tawakal adalah merupakan puncak dari usaha dan doa. Berserah diri hanya kepada Allah SWT secara mutlak, tidak sedikitpun bergantung kepada selain Allah SWT,” paparnya. hsn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: