Berhati-hati Terhadap yang Halal

Pada pembukaan kembali pengajian malam Senin-an tanggal 18 September 2011 (20 Syawal 1432 H) Ustad Mohamad Hidayat membahas tentang berhati-hati terhadap yang halal. Nah bingung kan?

Kalau berhati-hati terhadap hal yang haram, itu memang sudah seharusnya. Sudah standar.

Namun orang yang bertakwa akan tetap berhati-hati terhadap hal yang halal. Khawatirnya ada syubhat kalau itu haram.

Pada bulan Ramadhan kemarin, meski nasi itu halal, air putih itu halal, dan istri itu halal, toh saat puasa, kita dilatih untuk tidak memakannya atau menyentuhnya. Nah hikmah puasa ini, harus terus kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Abu Bakar saat selesai makan, ketika seseorang mengatakan kalau makanan yang dimakannya itu haram, segera memasukkan jarinya ke tenggorokan sehingga seluruh makanan yang sudah dimakannya muntah kembali. Padahal jika kita begitu, saat ada yang bilang wah makanan itu dari hasil korupsi dan sebagainya, belum tentu kita mau memuntahkan hal yang syubhat itu. Bisa saja kita bilang, wah jangan su’uzhon. Sangka baik saja….

Jadi terhadap hal yang halal pun kita harus berhati-hati. Hal yang makruh atau dibenci Allah, meski itu halal, akan dijauhi oleh orang yang bertakwa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: