Keutamaan Bersedekah di Malam Lailatul Qadar

Dalam ceramah di Masjid At Taubah di Kebon Nanas Jakarta Timur tahun 1432 H, KH Mohamad Hidayat Menjelaskan Keutamaan Bersedekah dengan mengutip surat Al Baqarah ayat 261:

“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai,dan setiap tangkai menghasilkan seratus biji. Allah melipat gandakan ganjarannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”[Al Baqarah 261]

Dari ayat di atas jelas Allah menggandakan pahala sebanyak 700 kali lipat!

Bayangkan bagaimana dengan orang yang bersedekah di malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik daripada 1.000 bulan (30 ribu x malam biasa).

“Lailatul Qadar (Malam kemuliaan) itu lebih baik dari seribu bulan.” [Al Qadr 3]

Jika kita bersedekah setiap 10 malam terakhir di bulan Ramadhan, niscaya kita akan mendapati diri kita bersedekah di Malam Lailatul Qadr. Saat itu pahala yang kita terima jadi 21 juta kali lipat!

Apalagi jika kita bersedekah dengan memberi makan (ta’jil atau ifthar) bagi orang yang berbuka puasa. Kita akan mendapat pahala yang sama dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu!

“Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.” (HR. At Tirmidzi, beliau berkata, “Hadits Hasan Shahih”)

Dalam bersedekah juga hendaknya kita berikan barang yang menurut kita berharga. Bukan barang yang kita sendiri enggan menerimanya misalnya uang Rp 500, dan sebagainya.

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” [Al Baqarah 267]

Berikan yang terbaik untuk Allah agar infak kita bisa diterima. Jangan sampai kita bernasib seperti Qabil yang infaknya tidak diterima Allah:

“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil)…” [Al Maa-idah 27]

Anak Nabi Adam, Habil dan Qabil mempersembahkan korban kepada Allah. Namun Allah hanya menerima pemberian yang terbaik dari Habil. Sedang Qabil yang mempersembahkan korban yang buruk-buruk, tidak diterima Allah korbannya.

Infakkan harta anda untuk anda dan keluarga anda, karib kerabat anda, fakir miskin, orang-orang yang terlibat hutang, budak, amil zakat, ibnu Sabil, untuk kegiatan dakwah dan syiar Islam, pembangunan masjid, dan sebagainya. Hiduplah sederhana dan perbanyak sedekah. Insya Allah justru harta yang anda sedekahkan itulah yang menjadi harta anda di akhirat nanti. Ada pun harta yang dipakai untuk bermewah-mewahan, justru akan menjadi alat penyiksa kita di akhirat.

Tentu saja kita hendaknya bersedekah di setiap saat. Jangan menunggu hanya pada Malam Lailatul Qadar saja. Tapi saat 10 malam terakhir bulan Ramadhan tiba, hendaknya sedekah dipergiat lagi.

Dari ceramah KH Mohamad Hidayat dengan sedikit perubahan dan penambahan.

Sumber:

http://alwashiyyah.or.id/2011/09/05/keutamaan-bersedekah-di-malam-lailatul-qadar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: