Shalat Tidak Khusyuk karena Kurang Menghargai Allah

Pada ceramah 13 Desember 2009, ustad Hidayat berceramah tentang kekhusyukan shalat. Di antaranya (seingat memori penulis):

Kadang kita shalat dengan malas-malasan. Kalau shalat pun kadang asal shalat. Cepat, yang penting sudah shalat. Kadang doa ditinggalkan. Padahal jika kita menghadap gubernur saja, bisa jadi kita dari jauh sudah bersiap-siap diri. Begitu ketemu penuh perhatian dan hormat. Padahal ketika shalat yang kita hadapi adalah Allah Tuhan semesta alam. Raja di Raja. Pencipta para presiden, gubernur, dan kita semua….

Ini pertanda kita kurang menghargai Allah. Kita ternyata masih menghargai makhluk Allah ketimbang Allah.

Agar bisa khusyuk, kita harus meyakini segala kebesaran Allah dan menghormatiNya dengan sungguh-sungguh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: